
| Sutradara | Firman Syah |
|---|---|
| Produser | Helvy Tiana Rosa |
| Penulis | Fredy Aryanto |
| Pemeran | Hamas Syahid Aquino Umar Masaji Wijayanto Izzah Ajrina Wulan Guritno Epy Kusnandar Salim A. Fillah Mathias Muchus Asma Nadia Abdurrahim Arsyad Ali Syakieb Kholidi Asadil Alam Muhammad Bagya |
| Musik | Dwiki Dharmawan |
| Sinematografi | Monodzky |
| Penyunting | Rizal Basri |
Perusahaan
produksi | |
| Distributor | KMGP Pictures |
Tanggal rilis
| 19 Oktober 2017 |
Durasi
| 98 menit |
| Negara | |
| Bahasa | Indonesia |
Sinopsis :
Gagah (Hamas Syahid) pemuda tampan, cerdas dan idola para gadis, mengalami kecelakaan di suatu daerah di Maluku Utara. Ia ditolong oleh Kyai Ghufron (Salim A. Fillah) dan tinggal di pesantren milik kyai tersebut. Selama berada di sana Gagah belajar banyak tentang Islam.
Sekembalinya dari Maluku Utara, perubahan Gagah membuat Mama (Wulan Guritno) heran, sedang adiknya yang tomboy, Gita (Aquino Umar), salah paham. Gita marah dan tidak bisa menerima perubahan Gagah. Suatu ketika Gita bertemu Yudi (Masaji Wijayanto), pemuda tampan misterius yang membuatnya simpati. Gita juga berkenalan dengan Nadia (Izzah Ajrina) yang baru kembali dari Amerika, dan Ibu Nadia (Asma Nadia).
Gagah berusaha untuk terus berbaikan dengan Gita. Gagah yang menjadi relawan Rumah Cinta untuk pendidikan anak dhuafa di pinggiran Jakarta, bersama 3 preman insyaf (Epi Kusnandar, Abdur, M. Bagya) menyiapkan sebuah rencana yang bisa mengubah segalanya. Namun sesuatu terjadi, membuat Gagah, Gita, Yudi dan Nadia bertemu dalam jalinan takdir yang membawa mereka pada duka sedalam cinta, dan sebuah pertemuan tak terduga di Halmahera Selatan.
*Keterangan: Duka Sedalam Cinta merupakan sekuel dari film Ketika Mas Gagah Pergi, namun bisa ditonton secara terpisah (tanpa harus menonton yang pertama). Film ini dijadwalkan tayang mulai 19 Oktober 2017.
Social Plugin